SMK BISA GOES TO KOREA

Dengan ucapan Alhamdulillahi robbil a’lamiin, penulis ucapkan syukur kehadirat Alloh SWT, karena telah diberi kesempatan belajar di negeri orang.

Kegiatan yang diikuti berbentuk kursus singkat (short couse) selama 21 hari  (tanggal 11 s.d 31 Maret 2019), bertempat di Chung Ang Vocational School Yongin-Si Gyeonggi-Do Korea Selatan. Peserta kegiatan ini merupakan perwakilan guru pada beberapa SMK revitalisasi dari seluruh Indonesia, yang sebelumnya telah diseleksi melalui seleksi secara administrasi dan wawancara oleh pihak PPPPTK Pertanian Cianjur. Peserta secara keseluruhan berjumlah 22 orang, terdiri atas 12 orang guru produktif  Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), 4 orang guru produktif Kompetensi Keahlian Alat Mesin Pertanian (AMP) dan 6 orang pendamping, yaitu  Widyaiswara PPPPTK Pertanian Cianjur.

Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan. Pelaksanaannnya dilakukan melalui kerjasama antara Kemendikbud RI, dalam hal ini Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Pertanian Cianjur dan Korea Overseas Volunteers Association (KOVA) melalui CLEI dan KIDS. Di samping itu Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea Selatan juga memiliki andil yang bresar dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Model pembelajaran yang digunakan meliputi pembelajaran teori di dalam ruangan serta kegiatan praktek di instalasi percobaan dan atau bengkel latih.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk:

  1. Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. 
  2. Menambah wawasan dan pengetahuan tenaga pendidik.
  3. Menambah keterampilan tenaga pendidik.
  4. Meningkatkan kedisiplinan dan etos kerja tenaga pendidik

              Bagi penulis sendiri pelatihan ini sangat berguna, karena dapat meningkatkan kualitas sikap, pengetahuan serta keterampilan, untuk mendukung pelaksanaan tugas keseharian penulis sebagai pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sehari-hari di sekolah.

              Rombongan berangkat dari PPPPTK Pertanian Cianjur ke Bandara Internasional Soekarno Hata pada hari Senin tanggal 11 Maret 2019. Tiba di Bandara Internasional Incheon Korea Selatan pada hari Selasa tanggal 12 Maret 2019. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea Selatan.

Gambar 1
Kedatangan Rombongan di Bandara Incheon Korea Selatan
Gambar 2
Rombongan Diterima oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea Selatan
Gambar 3.
Berfoto bersama di depan gedung KBRI Korea Selatan

          Untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan di lapangan, KOVA melalui CLEI dan KIDS melibatkan sebuah lembaga pendidikan formal, yaitu Chung Ang Vocational School yang terletak di kota Yongin-Si provinsi GyeongGi-Do Korea Selatan. 

            Materi dipelajarai selama di Korea Selatan meliputi: budi daya sapi potong dan sapi perah; pertanian ramah lingkungan (eco farm); pertanian perkotaan (urban agriculture horticulture); pengolahan kopi; pengolahan daun lotus; budi daya kaktus; dan kunjungan ke bebrapa objek yang terkait dengan teknologi pertanian. Pembelajaran dilakukan dalam bentuk pemaparan dan observasi lapangan.

Kegiatan pertama adalah berupa observasi di kandang peternakan sapi (induk sapi perah dan daging) pada Departement Of Animal Life dan Environmental Science College Of Agriculture Hankyong National University.  Di tempat tersebut penulis dapat menyaksikan bahwa Budidaya Ternak di Korea Selatan sudah dilakukan dengan menggunakan teknologi canggih, misalnya menggunakan teknologi robotik untuk pemerahan susu sapi.  Dengan teknologi tersebut pemerahan dilakukan tanpa sentuhan tangan manusia, sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Penulis berharap, cara-cara beternak yang dilakukan di Korea Selatan, suatu saat dapat diterapkan di  Indonesia, karena penulis yakin bahwa bangsa kitapun sebenarnya mampu untuk melakukan hal yang sama.

Gambar 4
Pemaparan Materi tentang Animal Care Sistem for Better Animal Production
Gambar 5.
Kunjungan ke Kandang Sapi
Gambar 6. Seekor Sapi Mendekati Mesin Perah (Milking Machine) untuk Diperah Susunya.
Gambar 7.
Robot Pemerah Susu Sapi.

Kunjungan berikutnya adalah ke Eco Farm. Eco Farm adalah teknik budidaya pertanian ramah lingkungan. Teknologi ini sebenarnya sudah diterapkan di Indonesia. Teknologi ini dikembanhgkan untuk memperoleh produksi optimal tanpa merusak lingkungan.  Berdasarkan hasil yang penulis peroleh selama kunjungan, penulis berharap agar teknologi seperti ini dapat dikembangkan secara menyeluruh untuk semua lahan dan komoditas tanaman di Indonesia.

Gambar 8.
Praktik Pembuatan Pestisida Organik

Kunjungan ketiga dilakukan ke Urban Agriculture Horticultura (Pertanian Perkotaan), yang kegiatannya meliputi pembuatan Taman Atap (Roof Top), praktik berkebun, dan pendidikan farm sekolah. Tempat tersebut merupakan tempat kursus pendidikan yang sangat dibutuhkan untuk kebahagiaan orang kota yang mempunyai lahan sempit di Korea Selatan. 

Sebenarnya, di Indonesia teknologi seperti ini sudah dilaksanakan, akan tetapi perlu dikembangkan lebih lanjut, khususnya dalam hal sentuhan teknologi smart farm.

Gambar 9.
Pembuatan Taman Atap (Roof Top).

Kunjungan keempat adalah ke lokasi budidaya tanaman hortikultura yang kegiatannya menanam tanaman yang bermanfaat dalam mengurangi polusi.

Mengingat sudah semakin tingginya tingkat polusi udara di wialayah-wilayah perkotaan di Indonesia, kegiatan seperti ini perlu dikembangkan.

Gambar 10.
Penanaman Beberapa Tanaman Di Pusat Kota

Kegiatan kelima adalah kunjungan ke tampat pengolahan kopi impor Mandailing (Mandehling Import Cofee Prossesing). Menurut mereka, orang-orang Korea Selatan sangat menyukai aroma kopi Indonesia terutaman Kopi Aceh. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bangsa Indonesia, yang sumber daya alamnya di kenal dan disukai oleh bangsa lain. Namun dibalik itu, sebagai Negara penghasil kopi terbaik dunia, bangsa kita perlu berupaya agar di masa yang akan datang kopi terbaik tersebut tidak semata-mata dijual dalam bentuk komoditi, akan tetapi dijual setelah melalui sentuhan teknologi.

Gambar 11.
Kopi Mandehling

Kunjungan berikutnya adalah ke tempat pengolahan teh daun lotus. Teh daun lotus merupakan produk keunggulan wilayah setempat, sudah menjadi ikon dan dijual dengan harga relatif tinggi. Tanaman Lotus merupakan tanaman air tahunan dari genus Nelumbo.  Lotus memiliki bunga tegak dan bunganya tidak mengapung di permukaan air sebagaimana bunga teratai.  Bagian tanaman Lotus yang dapat dikonsumsi adalah akar dan daunnya (dibuat teh atau untuk membungkus makanan).  Sedangkan bunga dan buahnya dapat digunakan sebagai hiasan. 

Yang perlu ditiru dari tempat ini adalah pemanfaatan keunggulan lokal untuk menghasilkan penghasilan tambahan bagi para petani setempat. Aspek lain yang perlu ditiru adalah bahwa para petani setempat mengembangkan usahanya melalui koperasi.

Gambar 12.
Proses Pembuatan The Daun Lotus

Tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah Tempat Budidaya Kaktus. Yang membuat penulis salut adalah bahwa, walaupun Korea Selatan beriklim empat  musim akan tetapi dapat mengembangkan kaktus dengan sangat baik. Padahal kaktus merupakan tanaman yang  sangat menyenangi sinar matahari. Melalui sentuhan teknologi, ternyata sifat kaktus yang sangat menyukai sinar matahari, dapat tumbuh dengan sangat  baik, walaupun di Korea Selatan intensitas sinar matahari tidak seperti di Indonesia yang selalu stabil  sepanjang tahun.

Di Tempat ini penulis melakukan praktik budidaya kaktus, mulai dari penyiapan media, penyiapan bahan tanam, penanaman, sampai dengan pemeliharaan.  Menurut informasi yang diperoleh, pada tempat ini terdapat kurang lebih 3000 jenis kaktus. Sisi lain yang membuat penulis salut adalah efieiensi penggunaan tenaga kerja. Pada tempat tersebut untuk mengelola kaktus yang begitu banyak,  hanya disediakan satu orang pekerja.

Gambar 13.
Praktik Budidaya Kaktus

Untuk melengkapi laporan hasil kunjungan, berikut ini, penulis sajikan foto-foto kegiatan lain selain kegiatan pokok sebagaimana telah dipaparkan.

1. Pengolahan lahan untuk pertanian

Gambar 14.
Sanitas Lahan

2. Panen dan Pasca Panen (Pengemasan Hasil Panen)

Gambar 15.
Panen dan Pengemasan Hasil Panen

3. Keamanan dalam mengoperasikan traktor (tractor safety operation)

Gambar 16.
Pemaparan Materi tentang Tractor Safety Operation (Keamanan dalam Mengoperasikan Traktor)

Kunjungan kebeberapa objek-objek penting dikorea Selatan

1. Visit ke Samsung Innovation Museum

Gambar 17. Samsung Innovation Museum.

2. Pameran Mesin Pertanian (Cheaonan Agricultural Machine Exhibition

Gambar 18. Museum Teknologi Pertanian

3. DMZ for Ecology & Peace SDG’s 16 Peace,  Justice dan Mesium Gingseng

Gambar 19. De Military Zone (DMZ)

4. Gimje Meister High School for Agricultura Sience.

Gambar 20. Sekolah Gimje Korea Selatan.

Demikian laporan singkat yang dapat penulis sampaikan. Ada beberapa hal yang dapat penulis rangkum dari hasil kunjungan ini:

Pertama, bahwa sektor pertanian bukanlah sektor inferior melainkan sektor superior, karena produk-produk pertanian dibutuhkan oleh setiap orang dan tidak ada seorangpun yang tidak membutuhkan produk-produk pertanian.

Kedua, pada era seperti sekarang ini dimana lahan budidaya semakin sempit, budidaya pertanian masih dapat dilakukan dan harus terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan umat manusia.

Ketiga, di tengah-tengah semakin menyempitnya ketersediaan lahan pertanian untuk dapat tetap eksis dan mampu memenuhi kebutuhan umat manusia, budidaya pertanian memerlukan sentuhan inovasi teknologi.

Keempat, sentuhan inovasi teknologilah yang dapat menyebabkan sektor pertanian menjadi sektor superior.

Kelima, sebagai guru pertanian, penulis dituntut untuk dapat berkreasi dan berinovasi mencari cara-cara terbaru dalam berbudi-daya pertanian, sedemikian rupa sehingga, peserta didik yang menjadi siswa-siswi penulis akan merasa bangga menjadi siswa-siswi jurusan pertanian.

Leave a Reply

Close Menu