Musyawarah Kerja IV Forum LSP Jawa Barat

Musyawarah Kerja (Musker) IV Forum LSPP1 SMK se-Jawa Barat

Bandung, 4 s.d 5 Nopember 2020 - Ati Setiawati, S.Pd., MP

LSP SMK Negeri 1 Pacet ikut berperan serta dalam mensukseskan kegiatan musyawarah kerja IV LSPP1 se-Jawa Barat, dengan mengikuti kegiatan tersebut yang dilaksanakan di Hotel Grand Tjokro Jl. Cihampelas No. 211-214 Cipaganti Bandung.

Acara tersebut berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 4-5 November 2020.  Hari pertama, Rabu 4 November 2020 acara dimulai dengan susunan acara sebagai berikut:  Pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pembacaan do’a pembukaan acara, Pemaparan Laporan ketua panitia, Pemaparan Laporan Ketua Forum LSP P1 Jabar.  Acara dilanjutkan dengan Pemaparan dan Diskusi Kebijakan dan Program Dinas Pendidikan Provinsi jawa Barat terkait LSP P1 SMK yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Sekertaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, bapak Drs. H. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si.

Pak Sekdisdik memaparkan tentang Transformasi SMK di era Revolusi Indistri 4.0.  Dalam sistematika terdapat dua Tren yaitu Tren Global dan Kolaborasi SMK dengan LSP.  Tren Global merupakan Tantangan dan Peluang di Revolusi Industri 4.0 sedangkan Kolaborasi SMK dan LSP dalam peningkatan kompetensi dan sertifikasi di Jawa Barat.

Tantangan Era Baru Industrilisasi Digital adalah:

  • Secara global era digitalisasi akan menghilangkan 1 – 1.5 miliar pekerjaan sepanjang tahun 2015-2025 karena digantikannya posisi manusia dengan mesin otomatis (Gerd Leonhard, Futurist);
  • Diestimasi bahwa di masa yang akan datang, 65% murid SD di dunia akan bekerja pada pekerjaan yang belum pernah ada di hari ini (U.S Department of Labor Report).

Peluang Era Baru Indrustrilisasi Digital

  • Era digitalisasi berpotensi memberikan peningkatan net tenaga kerja hingga pekerjaan baru pada tahun 2025.
  • Terdapat potensi pengurangan emisi karbon kira-kira 26 miliar metrik ton dari tiga industri; elektronik (15.8 miliar), logistik (9.9 miliar) dan otomotif (540 miliar) dari tahun 2015-2025 (Word Economic Forum).

Adapun Skill di Industri Masa Depan yang harus dikuasai adalah:

  1. Cognitive Abilities.
  2. System Skills.
  3. Complex Problem Solving.
  4. Content Skills.
  5. Process Skills.

Merupakan 5 skills yang pertumbuhan permintaannya akan paling tinggi berdasarkan beberapa sektor inddustri, dimana sebelumnya sektor tersebut tidak banyak membutuhkannya.

Kolaborasi SMK dan LSP dalam peningkatan kompetensi dan sertifikasi Jawa Barat tertuang dalam Indikator Jabar Juara:

  1. APK pendidikan menengah meningkat.
  2. Nilai dan Uji Kompetensi terbaik.
  3. Sertifikasi Satuan Pendidikan sesuai Bidang Keahlian.
  4. Sertifikasi Kompetensi siswa sesuai bidang keahlian.
  5. Keterserapan Lulusan.
  6. Teaching Factory (TEFA) Berbasis Kompetensi Keahlian.
  7. Pengembangan Kerjasama Pendidikan Dual System
  8. Peningkatan Pemenuhan 8 SNP.
  9. Promosi, Lomba Kompetensi Peserta Didik.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi Kebijakan dan Program Dirjen Pendidikan Vokasi terkait LSP P1 SMK yang disampaikan oleh Bapak Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D.

Strategi utama Kebijakan Pendidikan Vokasi adalah Link and Match; SMK-SMK dan kampus-kampus vokasi serta Lembaga pelatihan keterampilan di Indonesia harus “Menikah” dengan industri dunia kerja sehingga Insting akan mengalir dalam darah.

Yang mendorong terwujudnya Link and Match/ “Pernikahan” adalah:

  1. Kurikulum: Kurikulum disusun bersama Industri (materi training dan sertifikasi di industri masuk resmi ke dalam kurikulum di kampus).
  2. Guru/ Dosen Praktisi dar Industri: Dosen Tamu dari Industri rutin mengajar di kampus min 50 jam/ Prodi/ Semester.
  3. Magang/ Prakerin: Program magang yang terstruktur dan dikelola bersama dengan baik.
  4. Penyerapan Lulusan: komitmen kuat dan resmi pihak industri menyerap lulusan.
  5. Beasiswa dari industri: Program beasiswa dn ikatan Dinas bagi mahasiswa.
  6. Training Guru/ Dosen oleh Industri
  7. Sertifikasi Kompetensi.
  8. Donasi dari Industri.
  9. TeFa/ Teaching Industry-Hilirisasi.

Materi ke-3 adalah Pemaparan dan Diskusi Kebijakan BNSP terkait LSP P1 SMK yang disampaikan oleh Ketua BNSP Pak Kunjung Masehat.

Pemaparan yang disampaikan mengenai amanat Sertifikasi Kompetensi sesuai dengan:

  • Undang-Undang no. 13 tahun 2003, pasal 18 (1-2) tentang hak pengakuan melalui sertifikasi dan Pasal 18 (5) tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
  • Peraturan Pemerintah (PP) no. 23 tahun 2004 tentang Tugas BNSP: Melaksanakan sertifikasi Kompetensi Kerja.
  • Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 2018, Pengangkatan keanggotaannya dengan Keputusan Presiden. Merupakan lembaga yang independen dalam melaksanakan tugasnya dan bertanggungjawab kepada Presiden.  BNSP memeberikan Lisensi kepada LSP yang memenuhi persyaratan untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi Kerja.

Adapun Penjaminan Mutu Sertifikasi terdiri dari:

  1. Standar Kompetensi.
  2. Kemampuan Penyedia Layanan Sertifikasi.
  3. Kompetensi Asesor.
  4. Kualitas Asesmen.
  5. Keyakinan dalam Keputusan Asesmen.
  6. Ketersediaan Informasi Publik.

Mutu LSP Perkuat dengan:

  1. SDM:

a) Lead Asesor Lisensi.

b) Asesor kompetensi LSP SMK memiliki pengalaman/ latar belakang industri

  1. Skema Sertifikasi:

a) Sesuaikan dengan KKNI yang telah ditetapkan.

b) Mutakhirkan standar Kompetensinya.

c) Pastikan di dalam dokumen skema ada kemungkinan jabatan-jabatan.

Hari kedua, Kamis tanggal 5 November 2020, kegiatan dimulai dengan Penyusunan Program Kerja Forum LSP P1 Se-Jawa Barat, dimulai dengan pemilihan pengurus Forum LSPP1.  Hasil keputusan bahwa pengurus Forum masih tetap formasinya sampai dua periode hanya ditambah dengan Penanggungjawab Wilayah masing-masing sesuai dengan keberadaan LSP.  Musyawarah Kerja yang dilaksanakan sekarang merupakan Musker ke-4 dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Dapat melaksanakan Program Kerja Forum LSP P1 JABAR.
  2. Terselenggaranya Musyawarah Kerja dengan menghasilkan:
  3. Percepatan Lisensi LSP P1 JABAR.
  4. Adanya dukungan dari Kepala Sekolah untuk kegiatan/ pelaksanaan Program LSP.
  5. Menindaklanjuti Data LSPP1 SMK di Jawa Barat yang sudah Terlisensi baru 185.
  6. Pemahaman LSP P1 kepada Sekolah Jejaring dan Pengawas SMK.

Menjadi bagian dari keluarga Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Adapun hasil rapat bersama menghasilkan Program Kerja Forum LSPP1 JABAR tahun 2021:

  1. Pembuatan aplikasi terintegrasi dan terkoneksi di dinas pendidikan, terkait keberadaan Profil LSP, Tersedianya Tempat Uji Kompetensi (TUK).
  2. Terselenggaranya Diklat Uji Teknis untuk Guru.
  3. Terdapat bantuan daridinas provinsi JABAR Rp. 1.000.000/ siswa untuk 500 siswa.
  4. Terselenggaranya Diklat Asesor Kompetensi.
  5. Terselenggaranya Diklat RCC.
  6. Pendampingan pembentukan LSP di Jawa Barat.
  7. Pelatihan SMM (Sistem Management Mutu).
  8. Pelatihan Auditor.
  9. Pendampingan Penyusunan PRL (Penambahan Ruang Lingkup)/ relisiensi.
  10. Upgrading MUK (Materi Uji Kompetensi).
  11. Tour Bersama.

Pembuatan aplikasi APL 01 dan APL 02 yang baku dan digunakan di lingkungan Forum LSP P1 JABAR.

Leave a Reply