Teater dan MICE Jadi Satu: Inovasi Pembelajaran Kolaboratif di SMKN 1 Pacet

SMK Negeri 1 Pacet terkenal dengan pembelajaran dengan metode Tefa, berbasis industri nyata dan projek. Lalu bagaimana dengan pembelajaran mapel umum?

Siapa bilang mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda kurang menarik di Sekolah Menengah Kejuruan? SMKN 1 Pacet justru membuktikan sebaliknya!

Di sekolah ini, pembelajaran bahasa diubah, diselaraskan dan dikolaborasikan untuk mendapatkan pengalaman belajar yang nyata dan relevan dengan dunia kerja melalui penyelarasan kurikulum dan kolaborasi. Salah satunya mata pelajaran umum di jurusan Usaha Layanan Pariwisata.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, pagelaran ini menjadi hasil kolaborasi antara mata pelajaran MICE yang didukung oleh mata pelajaran lain di antaranya Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK), dan Digital Marketing. Proyek ini memberi ruang bagi siswa untuk mengasah keterampilan komunikasi, berpikir kritis, kerja tim, dan tentunya merancang serta menyelenggarakan sebuah event secara profesional.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang unjuk kreativitas dan soft skill siswa, mulai dari menulis naskah, menyusun agenda acara, melakukan promosi, hingga menyambut tamu layaknya sebuah event organizer profesional.

Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya soal teori kebahasaan, tetapi juga bagaimana siswa mampu berkomunikasi efektif dan kreatif. Dengan mengintegrasikannya ke dalam dunia kejuruan seperti MICE, siswa bisa belajar dengan lebih menyenangkan dan aplikatif,” ujar salah satu guru Bahasa Indonesia.

Pagelaran teater ini pun disambut antusias oleh warga sekolah dan mitra industri. Ini menjadi bukti bahwa sinergi antara mata pelajaran umum dan kompetensi keahlian di SMK sangat mungkin diwujudkan, bahkan membawa dampak positif terhadap kesiapan kerja siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *